Hukum Jual Beli Emas/Dinar Lewat Internet


Pertanyaan:

Assalamu’allaikum.
Bismillahirrahmanirrahiim.
ustadz, Baarokallahu fiik, begini ustadz saya pernah membeli dinar lewat internet (online), jadi tidak terjadi transaksi langsung dengan pihak penjual. setelah beberapa bulan, saya membaca artikel di internet bahwa Membeli emas harus dilakukan dengan transaksi langsung, jika tidak maka terkena riba..,nah ustadz niat saya dianr itu mau saya gunakan untuk mas kawin, tpi stelah konsultasi dengan ustadz yg mengeluarkan artikel tsb, katnya lbih baik di ganti dengan yg tdk kena riba, terus saya brtanya hrus di apakan dinar sya itu, tpi tidak di respon lagi, mohon ustadz agar memberi keterangan kpda saya, karena pas saya membeli dinar tsb sya belum tau hukum jual beli emas/dinar lwat internet(online).
Jazaakallahu khayran

Jawaban:

Wa’alaykumussalam,

Benar ketentuan syari’at bahwa emas termasuk barang yang harus diperjualbelikan secara langsung dalam satu majelis dan dibayar dengan cash tanpa ada penundaan. Sehingga jika terjadi penundaan dalam pembayarannya atau penyerahan barangnya maka masuk dalam kategori riba’ nasiah. Oleh karena itu, jual beli emas secara online terganjal persyaratan tersebut.

Adapun jika hal itu sudah terlanjur Anda lakukan maka hendaklah Anda bertaubat kepada Allah ta’ala. Sedangkan emas tersebut boleh Anda gunakan untuk apa saja karena tidak ada harta orang lain yang terkandung dalam emas tersebut. Berbeda dengan riba fadhl (adanya tambahan), misalkan seseorang meminjam emas kepada Anda dengan persyaratan dia akan menggantinya lebih dari apa yang dia pinjam maka kelebihan tersebut harus dikembalikan kepadanya, tidak boleh Anda gunakan.

Wallahu A’lam.

Sumber: http://nasihatonline.wordpress.com/tanya-jawab/#comment-2632

Artikel Terkait:

About these ads